adit’S Blog
Just an Etekewer Blog

Seputar Klimatologi

Mengapa temperatur setiap kota berbeda?

 

Temperatur disetiap kota berbeda karena dipengaruhi oleh banyak faktor, terutama oleh unsur-unsur iklim, seperti :

Cuaca

Keawanan

Curah hujan

Sinar matahari

Angin

Dll

Dan letak geografis dari masing-masing kota, meliputi :

Posisi lintang

Ketinggian tempat

Bentuk relief permukaan bumi

Penyebaran daratan dan perairan

Kondisi vegetasi

Dll

Letak lintang akan berpengaruh pada iklim suatu daerah, karena dipengaruhi oleh penerimaan sinar matahari dan jarak antara bumi dengan matahari, selain itu letak lintang juga akan diketahui penyebaran antara daratan dengan lautan, keberadaan laut atau danau-danau akan mempengaruhi unsur-unsur iklim disuatu daerah.

Angin merupakan faktor penting dalam pennyebaran uap air yang akan mempengaruhi kelembaban dan suhu. Kondisi keawanan juga dipengaruhi oleh pergerakan angin, sehingga akan berpengaruh terhadap besar kecilnya presipitasi pada suatu daerah tertentu atau kota tertentu. Angin bertiup dari daerah yang bertekanan tinggi ke daerah yang bertekanan rendah, tekanan di daratan lebih rendah dari tekanan di laut sehingga angin akan bertiup dari laut ke darat dan membawa uap air, yang akan menimbulkan presipitasi baik di daratan maupun lautan.

Bentuk permukaan daratan di suatu daerah serta ketinggian tempatnya juga akan mempengaruhi temperatur daerah tersebut. Kondisi yang berbukit atau memiliki pegunungan akan berbeda dengan daerah yang cenderung datar, serta daerah di sekitar laut (dataran rendah) dengan daerah di pegunungan (dataran tinggi) tentu akan berbeda temperaturnya. Di daerah pegunungan udara akan dipaksa naik sehingga udara tersebut akan mengembang dan suhunya akan menurun secara adiabatic, sehingga suhu udara akan semakin menurun seiring dengan ketinggian tempat.

Selain hal-hal diatas, kondisi vegetasi juga memiliki peran penting dalam besar kecilnya temperature disuatu daerah. Semakin besar biomassa vegetasi dan semakin merata penyebarannya maka akan semakin berpengaruh terhadap unsure-unsur iklim di suatu daerah. Melalui transpirasi tumbuhan turut andil dalam proses terjadinya presipitasi. Keberadaan vegetasi dapat menurunkan suhu, hal ini disebabkan karena sebagian energy radiasi matahari akan dimanfaatkan untuk transpirasi.

Kapan temperatur terendah terjadi pada masing-masing kota, mengapa terjadi pada waktu itu?

Suhu maksimum terjadi antara 1-2 jam setelah tengah hari, yaitu 1-2 jam setelah matahari mulai tergelincir dari tengah hari. Sedangkan suhu minimum terjadi pada 1-2 jam sebelum fajar.

Indonesia merupakan daerah tropis yang memiliki iklim isothermal, jadi fluktuasi suhu antar daerah atau wilayah di Indonesia sangat kecil, dan variasi suhu didasarkan pada ketinggian tempat.

Suhu maksimum di Indonesia menurun sebesar 0,6oC untuk setiap kenaikan ketinggian sebesar 100 meter, dan suhu minimum menurun 0,5oC untuk setiap kenaikan ketinggian sebesar 100 meter.

Suhu maksimum biasanya terjadi di akhir musim kemarau yaitu sekitar bulan Oktober dan suhu minimum terjadi antara bulan Juli hingga Agustus.

 

Apakah kondisi keawanan selalu berkaitan dengan temperatur dan kelembaban pada masing-masing kota?

Awan adalah udara yang mengandung uap air yang melayang-layang diatmosfer berkumpul menjadi titik-titik air atau bahkan kristal esyang apabila telah jenuh akan turun sebagai hujan atau salju. Awan terjadi karena adanya proses kondensasi uap air diudara. Selain sebagai sumber presipitasi awan juga merupakan neraca panas permukaan bumi.

Awan dapat mengabsorbsi radiasi matahari sehingga radiasi yang diterima oleh permukaan bumi tidak terlalu besar, hal ini berpengaruh terhadap suhu. Selain itu awan juga tidak dapat ditembus oleh radiasi bumi, sehingga efek yang ditimbulkan seperti rumah kaca, hal ini berguna untuk menjaga keseimbangan suhu antara siang dan malam. Oleh karena itu kondisi keawanan sangat berpengaruh terhadap temperature suatu daerah atau wilayah tertentu yang dilewati oleh awan tersebut.

Kelembaban merupakan banyaknya uap air yang terdapat di udara, kandungan uap air di udara tergantung pada suhu atau temperatur udara di sekitarnya, semakin tinggi suhu massa udara maka semakin besar pula daya tamping udara terhadap uap air. Kelembaban relatif maksimum biasanya terjadi pada menjelang terbit matahari, dan kelembaban relatif minimum terjadi selepas tengah hari. Kelembaban dipengaruhi oleh kondisi temperatur dan keawanan di atmosfer. Apabila kondisi keawanan berawan, mendung, atau bahkan sampai terjadi hujan berarti kelembabannya tinggi, karena uap air yang terkandung di udara banyak dan jenuh apabila sampai terjadi hujan. Sedangkan apabila kondisi keawanan di atmosfer cerah, berarti uap air yang terkandung di udara sedikit maka kelembabannya rendah.

Belum Ada Tanggapan to “Seputar Klimatologi”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: